Untungnya gw punya dua cita-cita. Cita-cita gw tidak jauh-jauh dari sikap 'menolong orang'; konsultan. Cita-cita ini harus menunggu selama setahun. Selama masa menunggu itu, gw sedang bekerja sebagai staf SDM suatu kantor konsultan multinasional. Jujur saja, waktu itu gw merasa kerjaan gw tidak begitu menantang secara berpikir - tapi secara ketelatenan. Gw merasa kerjaan konsultan lebih keren daripada kerjaan gw waktu itu.
Sekarang, gw menjalani cita-cita kedua gw tersebut. Memang tidak di tempat seprestisius sebelumnya, tapi sudah cukup buat gw. Terlebih klien kantor gw adalah suatu BUMN - artinya kerjaan gw berguna bagi negara. :p Setelah 4 bulan lebih, gw kembali berpikir lagi tentang cita-cita ini.
Memang sekarang kerjaan gw lebih menantang, baik secara ketelatenan dan pola pikir. Plus, karena di sini klasifikasi kompetensinya tidak sejelas di tempat gw terdahulu, otomatis gw dan teman-teman harus sedikit serba bisa. Bisa ngeprint rapi, bisa ngelayout laporan, bisa survei lapangan, bisa jadi call center, bisa ngerencananin jadwal perjalanan survei, you name it we can do it. Dan layaknya konsultan, jam kerja gw bener-bener fleksibel. Fleksibel dalam arti gw boleh dateng telat, tapi berarti gw bisa aja pulang pagi. Gw juga bekerja 6 hari dalam seminggu.
*gasps*
Yes, betul. Jangan shock gitu dong, pembaca. :p Gw tau betul kerjaan konsultan bisa membuat seseorang jadi tidak punya banyak waktu di luar pekerjaan. Gw kira gw ga bakal kenapa-kenapa dengan situasi tersebut. Gw pikir mengejar karir itu sangat menyenangkan dan akan terlihat keren. Mungkin ini karena pengaruh almarhumah Ibu. Tapi gw yang saat ini masih single pun agak-agak ga terima, karena waktu buat diri gw sendiri dan orang lain jadi sedikit. Jadi, gw memutuskan ga akan mau kerja konsultan setelah gw nikah.
Saat gw menyadari ini, gw juga jadi menyadari bahwa gw ga butuh-butuh amat kerjaan keren. Kerjaan bukan sesuatu yang dapat kita banggakan saat ajal menjemput. It's not even something we'd cherish when we grow old and dry. Sekarang, gw malah akan puas dengan kerjaan yang mediocre asalkan gw punya pembagian waktu yang seimbang. Dan selama gw punya keluarga yang bahagia dan gw punya teman-teman kerja yang menyenangkan, dan juga teman-teman di luar kerja yang sama menyenangkan; itu saja sudah lebih dari cukup.
Sebutlah gw konservatif atau ga ambisius. Tapi daripada gw mengecewakan anak gw dengan ketinggalan panggung pertamanya, mending gw dimarahin bos karena bolos. Lagipula kan pasti bapaknya rajin. ;)
2 thoughts aloud:
hohohhooh.. menarik sih yuu..
tapi kita harus tetep sibuk loh,, karena ada poster bertuliskan "Smart Kids, Busy Mom" apa sih gw lupaa.. hahaha
tentunya tiek. kalo ga sibuk jg kasian gw-nya. ihihi.. gw masih mau sih kerjaan keren, jadi biar anak gw bisa blg nyokapnya keren :p
Post a Comment