June 12, 2009

cross-religion lesson

Kemarin teman saya cerita tentang bagaimana dia jadian. Dia bilang dia dan calon pasangannya berdoa selama 2 bulan agar dua-duanya yakin dengan hubungan mereka. Oh ya, perlu diketahui, teman saya ini Kristen (saya lupa Protestan atau Katolik). Awalnya saya kira hal ini merupakan hal yang lumrah untuk umat Kristen, tapi ternyata tidak. Berarti, apa kah teman saya ini seorang yang sangat relijius? Menurut pengakuannya sih, dia gak relijius-relijius amat.

Yah, anggap lah dia memang jemaat yang biasa-biasa saja. Berarti, kejadian ini cukup spesial karena dia melakukan hal baik yang tidak lumrah.

Nah, mari berkaca.

Berapa persen dari umat Islam yang sholat istikharah pas 'ditembak'? Kalau dilamar, yah gw ngerti lah. Tapi pas 'ditembak'? Atau saat 'menembak'? Atau sekedar berdoa minta diberi keyakinan saja ketika hal ini terjadi?

Memang sih kita kehilangan rasa tegang dan esensi seru dari menunggu jawaban kalau kita harus solat atau berdoa lah minimal. Tapi mungkin yah.. mungkin loh, ketika kita akhirnya jadian atau ga jadian atau nanti putus atau malah berlanjut ke pelaminan, kita punya keyakinan besar bahwa itu lah jalan yang terbaik. It saves a lot of emotional turnmoil and all those dramas. So.. why not?

0 thoughts aloud: