Saya pun jadi kepikiran punya suami cadangan, in case saya menjomblo sampai usia 40 tahun tapi semoga ga kejadian. Amin. Tapi tentu saja meminta seseorang jadi cadangan merupakan hal yang sedikit tidak etis. Itu seperti sedikit mendiskreditkan. Bahkan para atlit saja ogah diminta duduk di bangku cadangan. Ya kan?
Beberapa nama pun muncul di benak. Sekarang, tinggal cek apa kah mereka berbalas backup dengan saya. Tapi sebelum semuanya beres saya tanya, saya sudah kecewa, karena sudah ada 50% yang tidak memikirkan saya sebagai backup spouse. Padahal saya sedikit yakin saya masuk hitungan mereka. Mungkinkah saya seharusnya senang, karena berarti saya tidak dijadikan cadangan?
Apapun itu, saya pun jadi kepikiran hal lain. Seandainya saya adalah suatu produk, kira-kira siapa target market yang tepat untuk produk ini? Karena jujur saja, bahkan Saya Si Produk ga gitu laku di market terdekat. Padahal, saya itu ga neko-neko, 100% dari bahan alami, dan user-friendly. Cuma memang sayangnya, desain saya kurang aerodinamis dan interface saya sederhana.
*ko gw jadi kepikiran hape yah? eniwei..*
Saya pun mengingat-ngingat kembali mereka-mereka yang pernah memasukkan saya ke dalam pertimbangan utama mereka. Hmmm.. Kalau saya mesti mengklasifikasikan, mereka termasuk kategori konsumen yang baik hati dan sweet. Hehehehe.. (Geli sendiri). Wah, padahal sebetulnya target market keinginan saya itu konsumen yang sedikit gahar, gagah tapi cerdas.
*terus sekarang jadi kepikiran brandingnya rokok. hahahahaha. eeniweeeiii..*
Eniwei, jam kantor sudah beres nih. Jadi saya sudahi dulu. Mudah-mudahan saya ingat buat nerusin. hahahahah
1 comment:
Post a Comment